News & Information

Peningkatan Besar Kedatangan Jemaah Umrah dalam Beberapa Bulan Mendatang

Peningkatan Besar Kedatangan Jemaah Umrah dalam Beberapa Bulan Mendatang

makkah

Sumber: unsplash

Beberapa negara ada yang lebih dulu diizinkan masuk ke Arab Saudi, seperti Amerika Serikat dan Inggris. Setelah itu, dilanjut dengan dibukanya izin umrah untuk jemaah Indonesia.

Ibadah umrah di Arab Saudi pada masa pandemi Covid-19 untuk jemaah Indonesia boleh dilaksanakan kembali, terhitung mulai 8 Januari 2022. Sehubungan dengan hal tersebut, kedatangan jemaah umrah asing di Arab Saudi diperkirakan akan meningkat besar dalam tiga bulan mendatang.

Meningkatnya kedatangan jemaah umrah dari negara asing berakhir pada bulan Ramadhan, puncak musim umrah tahunan seperti dilansir dari Saudi Gazette (12/01).

Saeed Bahashwan, Anggota Komite Nasional Penyelenggaraan Ibadah Haji, Umrah, dan Kunjungan Arab Saudi, mengatakan sektor jasa umrah mengharapkan peningkatan besar jumlah jemaah haji yang datang dari luar negeri selama tiga bulan ke depan yaitu Rajab, Syaban dan Ramadhan.

Berdasarkan hal tersebut, persiapan yang matang sedang berlangsung dari sejumlah negara untuk mengirimkan peziarah atau jemaah mereka ke Makkah. Negara-negara tersebut termasuk Indonesia, Pakistan, India, Mesir, Tunisia, Aljazair, Uzbekistan dan Libya (Al-Arabiya melaporkan).

Sebanyak 201 perusahaan dan lembaga umrah berlisensi disiapkan untuk memberikan layanan terbaik mereka kepada para jemaah. Hal ini disiapkan mulai dari kedatangan para jemaah, hingga keberangkatan kembali ke Tanah Air. Dengan begitu, para jemaah dapat melakukan ritual umrah dengan mudah dan nyaman tanpa mengganggu nilai ibadah.

Ditekankan oleh Saeed Bahashwan, kesiapan perusahaan dan lembaga layanan umrah untuk memberikan layanan terbaik kepada para jemaah ini sudah termasuk hotel, serta transportasi dan katering. Ketiga hal tersebut tentu harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan virus Corona.

Protokol virus Corona sangat berperan dalam peningkatan jemaah. Implementasi sistem elektronik yang efektif untuk mendapatkan izin melakukan umrah, salat di Masjidil Haram (Makkah) dan Rawdah di Masjid Nabawi (Madinah), mengunjungi makam Nabi, dan mengatur pengaturan untuk kelancaran arus jemaah.

Hal ini akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemulihan sektor umrah. Juga dengan kenaikan tingkat hunian hotel dan fasilitas perumahan, serta peningkatan kegiatan komersial dalam hal transportasi, restoran, belanja dan sektor jasa lainnya di kota suci Makkah dan Madinah.

Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menekankan bahwa jemaah umrah, pengunjung, dan peziarah harus sepenuhnya mematuhi tindakan pencegahan virus Corona. Pakai masker dan jaga jarak sosial di Dua Masjid Suci untuk melindungi diri dari penularan infeksi.

Dikutip dari Saudinesia, tidak mengenakan masker medis atau penutup hidung dan mulut termasuk pelanggaran tindakan pencegahan virus Corona. Nantinya, akan dikenakan hukuman individu sebesar 1.000 riyal. Hukuman yang telah ditetapkan pada pelanggaran sebelumnya akan dilipatgandakan jika terjadi pengulangan sampai 100.00 riyal.

Izin Salat di Rawdah Syarif dan Mengunjungi Makam Nabi Dikeluarkan Sebulan Sekali

Izin Salat di Rawdah Syarif dan Mengunjungi Makam Nabi Dikeluarkan Sebulan Sekali

rawdah syarif

Sumber: Saudi Gazette

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menetapkan izin berkunjung dan melakukan salat di Rawdah dikeluarkan dalam waktu sebulan. Hal ini juga berlaku pada peziarah atau jemaah dalam mengunjungi makam nabi di Masjid Nabawi, Madinah.

Seperti dilansir dari Saudi Gazette (11/01), harus ada selang waktu 30 hari untuk mendapatkan izin kedua untuk salat di Rawdah dan mengunjungi makam nabi, setelah izin pertama dikeluarkan.

Sehubungan dengan hal tersebut, bagi perempuan, tidak ada izin yang dikeluarkan untuk mengunjungi makam nabi. Izin berziarah ke makam nabi ini hanya untuk laki-laki. Sementara itu, jemaah perempuan dapat mengajukan izin untuk salat di Rawdah.

Seluruh jemaah wajib mengambil izin untuk melakukan masing-masing salat wajib di Masjidil Haram, Makkah. Sedangkan, untuk salat di Masjid Nabawi tidak perlu mengambil izin.

Izin untuk umrah, salat di Masjidil Haram dan Rawdah, serta mengunjungi makam nabi dapat dilakukan melalui aplikasi Eatmarna dan Tawakkalna – aplikasi yang diterapkan oleh Kementerian Arab Saudi untuk melacak status vaksin covid-19, keramaian atau kepadatan Dua Masjid Suci, layanan pemesanan umrah atau haji, dan sebagainya. Hanya peziarah atau jemaah yang status kesehatannya baik pada aplikasi tersebut diiznkan memasuki masjid suci.

Perlu diingat, protokol kesehatan pada Dua Masjid Suci kembali diterapkan. Jangan lupa untuk terus mengenakan masker dan menjaga jarak sosial.

Selang Waktu 10 Hari antara Izin Umrah Pertama dan Kedua

Selang Waktu 10 Hari antara Izin Umrah Pertama dan Kedua

umrah interval 10 hari

Sumber: Pinterest

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menetapkan interval atau selang waktu 10 hari antara dua izin umrah bagi seluruh jemaah haji segala usia.

Seperti dilansir dari Saudi Gazette (06/01), peziarah yang memperoleh izin untuk melaksanakan umrah, dapat memesan janji untuk umrah kedua melalui aplikasi Eatmarna atau Tawakkalna pada akhir periode 10 hari yang ditentukan setelah umrah pertama.

Ketetapan tersebut berkaitan dengan penerapan kembali tindakan pencegahan virus corona, yakni mengenakan masker dan menjaga jarak sosial di Dua Masjid Suci (Masjidil Haram dan Masjid Nabawi). Hal ini juga disebabkan menyusulnya lonjakan kasus virus corona, terutama varian Omicron yang bermutasi di Arab Saudi.

Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah memberlakukan jeda 15 hari antara pelaksanaan dua umrah. Akan tetapi, keputusan tersebut dibatalkan pada Oktober 2021.

Semua jemaah (dalam dan luar negeri) yang berusia 12 tahun ke atas, jika memiliki status kesehatan kekebalan pada aplikasi Tawakkalna setelah menyelesaikan vaksin virus corona akan diizinkan untuk melakukan umrah dan salat di Masjidil Haram.

Kepresidenan Dua Masjid Suci Arab Saudi Menyiapkan 34 Jalur Mataf di Area Tawaf

Kepresidenan Dua Masjid Suci Arab Saudi Menyiapkan 34 Jalur Mataf di Area Tawaf

34 jalur mataf

Sumber: Arab News

Kepresidenan Umum Urusan Dua Masjid Suci di Arab Saudi telah mengalokasikan 34 jalur Mataf (jalur khusus untuk melakukan tawaf) untuk jemaah umrah. Setiap jalur tersebut dilengkapi stiker jarak sosial.

Seperti dilansir dari Arab News (07/01), langkah ini diambil setelah diterapkannya kembali tindakan pencegahan penyebaran virus corona di Arab Saudi. Direktur Administrasi Crowds Planning, Ayman Falamban, mengatakan bahwa rencana yang diperlukan dibuat untuk menyediakan area salat dengan stiker jarak sosial untuk memastikan jemaah mematuhi jaga jarak sosial.

Peziarah dan/atau jemaah juga diberikan waktu khusus untuk akses ke masjid dan wajib mematuhi waktu yang ditunjukkan pada izin kunjungan di aplikasi Eatmarna atau Tawakkalna.

Pemerintah Arab Saudi berkomitmen untuk menerapkan semua standar kualitas dan kemanan bagi pengunjung Masjidil Haram melalui beberapa prosedur. Diantaranya adalah jarak sosial dan alokasi rute tertentu, sehingga dapat meningkatkan tingkat layanan yang ditawarkan selama musim umrah ini.

Tindakan-tindakan pencegahan penyebaran virus corona yang baru-baru ini kembali diterapkan di Dua Masjid Suci, dilakukan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan pengunjung. Selain menempelkan kembali stiker jarak sosial di Dua Masjid Suci, kegiatan pembersihan dalam semua bangunan disterilkan 10 kali per hari.

Pengunjung, peziarah, atau jemaah diharapkan mematuhi langkah-langkah pencegahan tersebut, termasuk memakai masker dan mencuci tangan.

Stiker Jaga Jarak Sosial di Masjidil Haram Kembali Diterapkan

Stiker Jaga Jarak Sosial di Masjidil Haram Kembali Diterapkan

stiker jaga jarak di masjidil haram

Sumber: Saudi Gazette

Arab Saudi telah mengonfirmasi adanya kasus virus corona varian Omicron pada Rabu (01/12). Penyebarannya pun sudah mulai terindikasi. Oleh sebab itu, Kepresidenan Dua Masjid Suci kembali menerapkan protokol kesehatan di Arab Saudi.

Sehubungan dengan pemakaian masker dan jaga jarak yang kembali diterapkan di Arab Saudi, Kepresidenan Umum Urusan Dua Masjid Suci juga telah mendistribusikan kembali stiker social distancing di Masjidil Haram, Makkah.

Stiker tersebut kembali dilekatkan pada Kamis (30/12), di halaman dan semua kapel di dalam koridor Masjidil Haram. Seperti dilansir dari Saudi Gazette, karyawan kepresidenan sedang bekerja untuk mengembangkan rencana organisasi dalam beberapa hari mendatang, untuk mengatur jaga jarak fisik antara jemaah.

Langkah-langkah tersebut juga diterapkan di Masjid Nabawi, Madinah. Tindakan pencegahan ketat penyebaran virus corona varian Omicron ini dilakukan guna menjaga kesehatan dan keselamatan para pengunjung Dua Masjid Suci.

Jaga jarak fisik dilakukan juga dalam menyebarkan sajadah dan saat melakukan tawaf. Pengunjung atau jemaah wajib mematuhi waktu berkunjung dan izin salat yang dikluarkan dari aplikasi Eatmarna dan Tawakkalna.

Seperti keputusan Kepresidenan Dua Masjid Suci pada Rabu (29/12), pengujung atau jemaah harus memakai masker dan menjaga jarak fisik di semua ruangan (dalam dan luar).

#umrah #haji #socialdistancing #jagajarak #masjidilharam

Varian Omicron Menyebar, Pemakaian Masker dan Jaga Jarak Fisik di Dua Masjid Suci Kembali Diterapkan

Varian Omicron Menyebar, Pemakaian Masker dan Jaga Jarak Fisik di Dua Masjid Suci Kembali Diterapkan

jaga jarak di kakbah

Sumber: Saudi Gazette

Varian baru virus corona yakni Omicron telah menyebar ke berbagai negara, termasuk Arab Saudi. Pada Rabu (01/12), kasus pertama varian Omicron terkonfirmasi masuk di Arab Saudi.

Sebagai tindakan membendung penyebaran virus tersebut, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengumumkan pada Rabu (29/12) mengenai pemberlakuan kembali pemakaian masker dan jaga jarak fisik di Masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi Madinah.

Pemakaian masker dan jaga jarak fisik ini berlaku di semua ruangan, baik dalam maupun luar. Seperti dilansir dari Saudi Gazette, langkah baru tersebut berlaku mulai Kamis (30/12) pukul 7 pagi sesuai yang diumumkan oleh Kepresidenan Umum Urusan Dua Masjid Suci. Pengunjung atau jemaah diminta mematuhi tindakan pencegahan virus corona varian Omicron, dengan mengenakan masker dan menjaga jarak fisik antar jemaah (baik dalam menyebarkan sajadah dan melakukan tawaf).

Hal tersebut juga dilakukan guna memastikan keselamatan jemaah haji. Para jemaah wajib mematuhi waktu masuk Dua Masjid Suci berdasarkan waktu yang ditentukan dalam umrah, izin salat yang dikeluarkan aplikasi Eatmarna dan Tawakkalna, juga sesuai dengan instruksi yang dikeluarkan oleh otoritas Dua Masjid Suci.

#umrah #haji #infoumrah #infohaji #jagajarakdimasjidilharam

Belum Terbitkan Izin Cium Hajar Aswad pada Layanan Aplikasi Eatmarna

Belum Terbitkan Izin Cium Hajar Aswad pada Layanan Aplikasi Eatmarna

cium hajar aswad

Sumber: Google

Demi melancarkan kegiatan ibadah umrah dan haji di masa pandemi, pemerintah Arab Saudi telah menciptakan aplikasi Eatmarna. Seperti yang diketahui, aplikasi tersebut digunakan peziarah atau para jemaah untuk mendapatkan izin melaksanakan umrah, memesan/memilih jadwal umrah, dan mengunjungi/beribadah di dua masjid suci.

Belum lama ini, Kementerian Haji dan Umrah mengumumkan pembaruan pada aplikasi Eatmarna. Para peziarah atau jemaah bisa memeriksa status kepadatan pengunjung dua masjid suci, melalui aplikasi tersebut. Hal ini guna mencegah peziarah atau jemaah memesan umrah, salat di dua masjid suci, atau mengunjungi makam Nabi pada status kepadatan ‘macet’. Indikator kepadatan dilihat berdasarkan warna.

Sementara itu, dilansir dari Saudi Gazette (20/12), kementerian mengumumkan akan ada opsi pada aplikasi Eatmarna dan Tawakkalna untuk memesan janji mencium Hajar Aswad, menyentuh Pojok Yaman (Al-Rukn Al-Yamaani), dan salat di Hijr Ismail (sebagian diantaranya dianggap bagian dari Ka’bah).

Peraturan tersebut dilakukan setelah adanya ikon baru berjudul “Tawaf”, pada aplikasi Eatmarna dan Tawakkalna. Ini juga untuk memfasilitasi janji pemesanan kinerja tawaf bagi non-umrah.

Tentunya, pada prosedur ini kementerian telah merujuk proposal ke pihak berwenang untuk memanfaatkan penghalang yang tersedia di matar (area melingkar di sekitar Ka’bah). Hal ini guna mengatur masuk dan keluar peziarah atau jemah untuk mencium Hajar Aswad.

Masih mengenai Batu Hitam atau Hajar Aswad, terdapat inisiatif lain mengenai ritual menyentuh dan/atau mencium Hajar Aswad. Dilansir dari al-Arabiya (15/12), Arab Saudi telah meluncurkan inisiatif baru, memungkinkan umat Islam di seluruh dunia dapat menyentuh Hajar aswad di Kabah secara virtual. Kegiatan ini dilakukan melalui teknologi Virtual Reality (VR). Inisiatif tersebut diluncurkan oleh Sheikh Dr. Abdulrahman bin Abdulaziz Al-Sudais, selaku Presiden Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Pada bulan Mei, otoritas Arab Saudi telah merilis gambar, memperlihatkan pemandangan dekat Hajar Aswad yang belum pernah dilihat sebelumnya di Kabah. Kepresidenan Umum Urusan Dua Masjid Suci menangkap detail Hajar Aswad, dengan teknik baru yang menggunakan fokus panorama bertumpuk.

#hajaraswad #Ka’bah #Makkah #MasjidilHaram #masjidsuci

Jemaah Usia 12 tahun ke atas Diizinkan Umrah

Jemaah Usia 12 tahun ke atas Diizinkan Umrah

Medina, Saudi Arabia - April 15, 2011: Muslim pilgrims walking in the courtyard of Masjid al-Nabawi ( Prophet's Mosque ) after the noon prayer. As the final resting place of the Prophet Muhammad, it is considered the second holiest site in Islam by Muslims (the first being the Masjid al-Haram in Mecca).
Sumber: iStock

Kementerian Haji dan Umrah telah mengizinkan jemaah asing usia 12 tahun ke atas untuk melakukan ibadah umrah dan masuk ke Arab Saudi. Dilansir dari saudigazette, peziarah asing berusia 12 tahun ke atas sudah dibolehkan kembali untuk melaksanakan umrah, salat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, juga mengunjungi makam Nabi SAW.

Prosedur yang berlaku tentu peziarah usia 12 tahun ke atas sudah harus divaksinasi (dua dosis), dan terbukti sehat tanpa terinfeksi virus Covid-19 di aplikasi Tawakkalna dan Eatmarna.

Meskipun demikian, peziarah harus tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker. Serta, membuat reservasi ibadah umrah dan salat di Masjidil Haram melalui aplikasi Tawakkalna dan Eatmarna.

Sejauh ini, vaksin yang diterima Arab Saudi adalah Moderna, Pfizer, Johnson & Johnson, dan AstraZeneca. Dikutip dari republika (28/06), Arab Saudi mengizinkan vaksin Pfizer untuk anak usia 12 tahun. Petunjuk teknis vaksin anak usia 12 tahun ke atas di Indonesia akan menyusul.

Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah hanya memperbolehkan peziarah atau jemaah yang berusia minimal 18 tahun dan maksimal 50 tahun untuk melaksanakan umrah atau ziarah. Para jemaah pun diharuskan untuk membuat janji dan izin umrah. Hal ini dilakukan demi menekan angka penyebaran virus Covid-19.

#umrah #jemaahumrah

Hasil Rilis Resmi Skema Penyelenggaraan Umrah 2021

Hasil Rilis Resmi Skema Penyelenggaraan Umrah 2021

WhatsApp Image 2021-11-23 at 10.57.36

Pertemuan Kementerian Agama dengan delapan asosiasi umrah haji nasional telah dilakukan secara offline pada Selasa, (23/11). Agenda ini membahas dan mematangkan mengenai skema persiapan penyelenggaraan ibadah umrah 2021, mulai dari penanganan jemaah sebelum berangkat hingga kepulangan.

“Rapat kita fokuskan pada waktu keberangkatan dan skema keberangkatan umrah tahap awal,” ujar M. Noer Alya Fitra, Kasubdit Pemantauan dan Pengawasan Umrah dan Haji Khusus (23/11).

Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Asosiasi PPIU yaitu HIMPUH, AMPHURI, ASPHURINDO, KESTHURI, SAPUHI, AMPUH, GAPHURA, dan ASPHURI.

Berikut rilis resmi hasil rapat pertemuan pembahasan skema penyelenggaraan umrah.

A. Penangangan Jemaah Sebelum Keberangkatan Umrah

  • Calon jemaah umrah dikonsentrasikan di Asrama Haji Pondok Gede
  • Jemaah melakukan screening kesehatan terlebih dahulu, berupa: Pemeriksaan Kesehatan, Real Time PCR Test (RTPCR), dan Pemindaian Sertifikat Vaksin Covid-19

Hal tersebut dilakukan guna menjamin jemaah sehat, tanpa terindikasi kasus Covid-19.

  • Clearance dilakukan oleh Imigrasi dan KKP di Ruang Ex VVIP Terminal Bandara Soekarno-Hatta.

B. Rencana Keberangkatan Jemaah Umrah

  • Jemaah umrah diberangkatkan secara terpadu melalui Asrama Haji Pondok Gede. Satu penerbangan diisi penuh oleh jemaah umrah
  • Adanya pengaturan kuota pemberangkatan jemaah umrah per minggu
  • Jemaah umrah yang akan berangkat, harus dilaporkan ke Kemenag melalui Sistem Aplikasi

C. Proses Umrah di Arab Saudi

  • QR Code jemaah umrah akan dicetak pada kartu umrah
  • QR Code sertifikat vaksin Covid-19 dapat dibuka oleh Otoritas Arab Saudi, dipindai melalui aplikasi
  • Pelaksanaan umrah mengikuti protokol kesehatan regulasi Pemerintah Arab Saudi

D. Penanganan Jemaah Umrah saat Kepulangan

  • Sebelum pulang, jemaah umrah melakukan Real Time PCR Test (RTPCR) di Arab Saudi.
  • Saat sampai di Bandara Soekarno-Hatta, jemaah umrah melakukan RTPCR kembali oleh Satgas Covid-19 di sana.
  • Karantina kepulangan jemaah umrah mengikuti protokol kesehatan sesuai ketentuan tempat karantina. PPIU memilih hotel atau wisma yang ditentukan oleh Satgas Covid Nasional.

Menutup rapat, pihaknya mengakhiri dengan harapan agar semua pihak mendukung kebijakan umrah yang telah ditetapkan dengan semangat ‘zero case-zero accident’.

Berdasarkan hasil pertemuan tersebut, rencana jadwal keberangkatan awal umrah dibagi dalam beberapa kloter. Mulai 2 Desember 2021, jemaah umrah yang diberangkatkan menggunakan maskapai Saudia Airlines dengan kapasitas 400.

#umrah2021 #infoumrah #skemapenyelenggaraanumrah

Program Panduan Syariah dalam Tujuh Bahasa untuk Pengunjung Masjidil Haram

Program Panduan Syariah dalam Tujuh Bahasa untuk Pengunjung Masjidil Haram

Sumber: unsplash
Sumber: unsplash

Tentu banyak dan beragam asal negara yang berkunjung ke Masjidil Haram. Oleh karena itu, Kepresidenan Masjidil Haram meluncurkan program layanan bimbingan syariah bagi pengunjung Masjidil Haram dalam tujuh bahasa.

Sebagaimana dilansir dari saudigazette, program tersebut bernama “We Guide you in your Language” atau jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia “Kami Memandu Anda dalam Bahasa Anda”. Program tersebut tersedia dalam bahasa Inggris, Urdu, Persia, Prancis, Turki, Hausa, dan Bengali.

Fungsi dari program ini ialah menjawab pertanyaan dari jemaah umrah dan pengunjung Masjidil Haram secara langsung, tentang masalah syariah. Pertanyaan akan dijawab dengan bantuan robot, koneksi visual, dan layanan telepon seluler gratis di Masjidil Haram.

Sejak 11 November 2021, jumlah penerima manfaat layanan tersebut dalam kuartal pertama tahun ini mencapai 23.135 orang. Hal tersebut melalui tujuh lokasi di dalam Masjidil Haram.

12